![]() | |||
|
Matius 25:31-46 Oleh: GI. Mathilda Batlayar Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. - Kolose 3:25
encana alam tak pernah lepas menyapa kehidupan bangsa Indonesia. Sudah 4 tahun terakhir ini banyak hal yang terjadi di kawasan Nusantara tercinta ini. Mulai dari tsunami, tanah longsor, gunung meletus, kecelakaan pesawat, tenggelamnya kapal air, banjir bandang, kecelakaan kereta api sampai kecelakaan bus. Bencana alam telah banyak menelan korban, dari bayi sampai orang dewasa. Rasanya nyawa manusia sangat tidak berharga bila bencana alam datang menimpa.Sebagai orang Kristen yang telah menerima kasih Allah, apa yang dapat kita lakukan kepada saudara-saudara kita yang mengalami kesusahan? Sebagai gereja yang berada di tengah kehidupan dunia yang kompleks, apa yang dapat dilakukan? Sebagai makhluk sosial, apa yang dapat kita lakukan saat melihat semua ini terjadi di depan mata kita? Sebagai orang yang memiliki hati nurani, apakah hati kita cukup gentar saat melihat semua terjadi? Pasti banyak 1001 keinginan yang ingin Anda lakukan saat melihat semua itu terjadi di depan mata. Namun sulit bagi Anda untuk memulainya karena Anda tidak tahu bagaimana cara memulainya. Mungkin Anda mengatakan bahwa saya tak ada waktu untuk bisa datang ke lokasi kejadian karena pekerjaan sangat menyita waktu, saya tidak bisa ke lokasi karena itu sangat jauh dan membutuhkan dana, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan karena saya sendiri dalam keadaan kekurangan. Program gereja sudah tersusun rapih sehingga sangat sulit menyesuaikan dengan jadwal yang sifatnya mendadak. Mungkin ini hanya beberapa contoh pemikiran yang ada dalam benak Anda. Akhirnya keputusan yang Anda ambil adalah tinggal di rumah dan hanya bisa berdoa. Puji Tuhan kalau Anda selalu mendukung penderitaan saudara-saudara yang menderita dalam doa Anda setiap hari. Kalau boleh bicara jujur, berapa lama Anda mendukung penderitaan mereka dalam doa? Hanya Anda yang bisa menjawab. Kelihatannya sangat rohani, bila kita mengatakan pada orang lain bahwa kita hanya bisa mendukung mereka dalam doa. Mungkin dengan kata lain Anda berharap ada orang lain yang mau langsung turun tangan membantu mereka seperti para relawan. Puji Tuhan kalau ada para relawan yang bisa ke lokasi kejadian. Pertanyaannya adalah bila semua orang berpikir seperti yang Anda pikirkan, apa jadinya? Siapa yang akan pergi menolong sesama kita yang mengalami penderitaan? Firman Tuhan dalam Matius 25:40 "...sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" mengajak kita untuk melakukan sesuatu bagi saudara-saudara yang ada di sekeliling kita. Apa yang dapat kita lakukan bagi mereka? Sekaranglah waktunya untuk memikirkan "Apa yang dapat aku perbuat untuk orang lain?" Mungkin sulit melakukan hal-hal yang terlalu besar, tetapi kita dapat melakukan hal yang sederhana misalnya, mendoakan orang yang sakit dan datang membezuk serta memberi semangat, menghibur orang yang sedang kesusahan, berdoa bagi orang yang membutuhkan pekerjaan atau sekedar membantu tetangga Anda mendapatkan pekerjaan dengan cara memberi kesempatan pada dia untuk membantu pekerjaan rumah Anda seperti mencuci baju dan menggosoknya. Berdoa bagi orang-orang yang mengalami bencana alam, tetangga kiri kanan atau pembantu kita yang belum percaya. Berdoa bagi para penyapu jalanan, pemulung, para pekerja seks komersial, para narapidana, tuna wisma dan orang-orang yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh orang lain. Orang-orang yang dianggap sebagai "sampah masyarakat". Atau Anda dapat mencari baju yang sudah tak terpakai lagi dalam almari dan memberikannya kepada para tuna wisma yang tinggal di emperan toko, kolong jembatan atau rumah-rumah kardus. Mengumpulkan botol atau gelas bekas Aqua dalam satu kantong dan memberikannya kepada para pemulung. Mengumpulkan koran bekas atau kantong plastik bekas dan memberikannya kepada para penjual barang bekas. Banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menolong orang di sekitar Anda. Tuhan akan tersenyum karena Anda sudah memuliakan Dia melalui perbuatan Anda. Kasih Allah dapat dirasakan oleh orang di sekitar Anda. Lakukanlah semuanya itu dengan penuh kasih seperti Anda melakukan untuk Tuhan bukan untuk manusia. | |||