![]() | ||
|
Mazmur 37:23-24 Oleh: Ribkah H. Ongkowidjaja Februari sebelum Tahun Baru Imlek, saya menerima surat speeding dari polisi lalu lintas yang isinya menyatakan kalau kecepatan mobil saya terekam oleh speeding camera melampaui batas kecepatan maksimum. Saya dikenai denda $150 dan potongan 6 point. Pada saat membaca surat itu, saya marah sekali, karena saya baru pindah Juli tahun lalu, mulai nyetir sejak Oktober tahun lalu dan baru lulus ujian teori mengemudi exam buat convert overseas driving license di bulan Januari tahun ini. Dan jatah point saya dalam setahun hanya ada 12 point, kalo saya kehabisan point, surat mengemudi saya bisa dicabut. Saya merasa tidak bersalah karena saya masih kabur tanda-tanda, dan pada tanggal saya overspeed saya lagi terburu-buru mau menjemput anak saya selesai CCA di sekolah. Saya merasa diberlakukan tidak adil.Teman baik saya mengusulkan agar saya menulis surat permohonan keringanan dengan alasan pendatang baru. Saya turuti dan memajukan surat permohonan. Ego saya mengatakan, mereka pasti kasihan karena saya orang baru di negara mereka. Sesudah hampir 2 bulan, surat datang, mengatakan, permohonan saya ditolak karena kecepatan saya 21 km di atas batas maksimum. Surat itu serasa tamparan di muka saya. Saya merasa kesal, marah dan kecewa. Tapi Tuhan itu memang ajaib. Saya ditegur pada saat melakukan saat teduh, baca Daily Bread. Ayat Alkitab pada hari itu Roma 13:1-7 mengenai patuh pada pemerintah. Saya serasa diguyur air es. Saat itu saya baru sadar, sebagai anak Allah, kita harus selalu hidup menurut hukum Allah. Kalau tidak mau menerima hukuman, kita harus menurutinya dan menerima hukuman kalau kita melanggar. Sejak saat itu, saya selalu memperhatikan rambu-rambu di jalanan dan berusaha sebaik mungkin untuk mentaatinya. [1] Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. [2] Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. [3] Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. [4] Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. [5] Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. [6] Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. [7] Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. - Roma 13:1-7 | ||