Logo
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku Matius 28:19

Tuhan Akan Menopang
Mazmur 37:23-24

Oleh: Margareth Widjaja

Bulan lalu, Audrey mulai belajar berdiri. Pada saat dia mau berdiri, dia selalu mengulurkan tangannya dan saya selalu memegang tangannya supaya dia tidak jatuh. Setelah beberapa hari dia belajar berdiri, dia merasa dirinya bisa berdiri tanpa harus selalu dipegang tangannya. Jadi setelah dia berdiri, dia berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya dari tangan saya. Setelah tangannya terlepas, dia mulai goyah dan jatuh. Setelah jatuh, dia kembali mengulurkan tangannya. Setelah berhasil berdiri, dia kembali berusaha untuk melepaskan tangannya dari tangan saya. Begitu berulang kali dia lakukan.

Saat itu sempat terpikir dalam pikiran saya, kita sebagai orang Kristen diibaratkan sebagai seorang bayi yang baru mulai belajar berdiri. Kita perlu tangan Tuhan untuk selalu menopang dan memegang tangan kita. Tapi kadang-kadang kita merasa diri kita bisa berdiri tanpa topangan tangan Tuhan. Kita sok tahu, sok pintar. Padahal, pada saat kita melepaskan pegangan kita dari Tuhan, kita jatuh. Kita patut bersyukur kalau Tuhan kita tidak bosan-bosan untuk terus mengulurkan tangan-Nya mengangkat kita.

Sekarang Audrey mulai belajar berdiri tanpa saya bantu, dia bisa berdiri sambil berpegang pada lemari atau ranjang. Saat itu saya selalu berada di belakangnya dan menjaga supaya dia tidak jatuh. Tetapi apabila dia jatuh, dia tidak sampai tergeletak membentur lantai. Itu juga yang dilakukan Tuhan kita, Dia selalu berada dekat kita dan menjaga kita supaya kita tidak jatuh tergeletak. Seperti yang dikatakan dalam Alkitab:

[23] Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; [24] apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya. - Mazmur 37:23-24

Email © 1999-2010 Sinode Gepembri - Departemen Literatur Tanggal revisi: 25 April 2009