![]() | ||
|
1 Timotius 6:6-11, 17-19; Matius 6:20 Oleh: William Wijaya [6] Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. [7] Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. [8] Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. [9] Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. [10] Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. [11] Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.[17] Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. [18] Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi [19] dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. - 1 Timotius 6:6-11, 17-19 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. - Matius 6:20 Akhir-akhir ini saya sedang mencari pekerjaan, baik itu part-time ataupun freelance. Alasan pertama adalah karena saya ingin mencoba membiayai kuliah sendiri. Dan alasan kedua adalah karena saya ingin berusaha menabung supaya bisa membeli kendaraan sendiri. Ketika saya memberitahukan hal ini kepada mama saya, beliau tidak setuju karena alasan kedua. Mungkin dia takut kalau-kalau terjadi kecelakaan. Sampai timbullah pertengkaran yang lumayan. Satu hari dilalui dengan kekesalan, dan teman saya dari PO [Persekutuan Oikumene] Binus, mengajak saya untuk mencoba datang ke persekutuan mereka. Awalnya saya malas, karena sedang kesal dan uring-uringan. Namun, justru di saat kita menjadi lelah dan merasa beban menimpa kita, kita haruslah datang kepada Tuhan, sebab ia yang melegakan kita. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. - Matius 11:28 Melalui Firman Tuhan yang disampaikan melalui Ev. Chandra Wim, dengan tema "How To Become A Master of Your Money" Tuhan mencoba mengajarkan saya melalui ayat di atas. Ayat-ayat ini merupakan teguran keras dari Tuhan kepada saya bahwa segala yang ada pada saya sekarang sesungguhnya bukanlah milik saya (ayat 6-8), tetapi adalah milik Tuhan. Dan kita diajarkan, untuk jangan terbuai melalui motivasi yang salah yaitu cinta uang (ayat 9-10), melainkan hendaklah kita berkecukupan dan memotivasi diri kita dalam ibadah (ayat 11). Lalu, kalau begitu kita tidak boleh kaya? Boleh (ayat 17), asal kita jangan tinggi hati, karena semua itu bukan milik kita, tetapi lebih baik kita berharap kepada Allah yang kaya akan segalanya agar kita dapat menikmatinya. Dan jika kita menjadi kaya, hendaklah kita saling memberi dan membagi (ayat 18), dengan demikian kita telah mengumpulkan harta yang sebenarnya (ayat 19). Saya sadar bahwa segala yang ada pada kita, bukanlah milik kita. HP, komputer, motor, TV, AC, buku, baju, celana, bahkan nyawa kitapun bukanlah milik kita. Karena kita telah ditebus dan menjadi milik kepunyaannya. Biarlah kita memotivasi diri kita sendiri agar selalu memuliakan Tuhan setiap harinya, agar setiap orang yang melihat kita menjadi percaya bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat yang telah mati dan telah bangkit pula. Sepulang dari kuliah saya meminta maaf pada mama saya, dan saya mencoba mengubah pandangan saya akan "mengapa saya butuh pekerjaan". Pada akhirnya, semuanya merupakan kehendak serta kedaulatan Tuhan dalam hidup ini, kitalah yang menjalaninya, agar dalam pertandingan ini, kita menyelesaikannya dengan baik di mata Tuhan. Happy Easter to all of you. "Life is not about winning or losing. It's about to know God everyday and do His demand. That way, we can see, that our life is beautiful." | ||