![]() | ||
|
Filipi 4:13, Lukas 1:37 Oleh: Helen Zulkarnain Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. - Filipi 4:13Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." - Lukas 1:37 Pagi ini, seperti pagi-pagi sebelumnya, aku kembali membaca koran, mengikuti perkembangan yang terjadi di Australia dalam beberapa bulan terakhir ini. Makin membaca makin tidak menentu perasaan yang timbul dalam diriku. Sejak akhir tahun lalu, perusahaan-perusahaan besar mulai berjatuhan. Perusahaan-perusahan yang sebelumnya kupikir tidak mungkin jatuhpun akhirnya ditutup satu persatu. Puluhan ribu orang sudah kehilangan pekerjaan, dan mengetahui krisis dunia masih akan berlangsung beberapa bulan / tahun ke depan, maka tidak heran jika jumlah yang jauh lebih besar dari itu terancam mengalami hal yang sama di waktu-waktu mendatang. Seakan-akan itu belum cukup, Australia kini dilanda bencana kebakaran dengan skala 'raksasa' yang hingga hari ini telah melahap ratusan orang, binatang, rumah, dan harta benda yang bernilai milyaran dollar. Bahkan saat inipun masih ada 6 titik api yang belum dapat dipadamkan. Hawa menjadi begitu panas, banyak orang menjadi resah. Kehidupan ini memang penuh dinamika, ada kalanya lancar, ada kalanya masalah datang bertubi-tubi. Namun ketika aku menyaksikan sendiri krisis demi krisis terjadi, satu menimpa yang lain, aku mau tidak mau mulai bertanya-tanya mungkinkah aku bisa melalui semua ini? Dalam situasi seperti ini, ayat firman Tuhan dalam Filipi 4:13 mengingatkanku kembali akan kekuatan dari Tuhan yang akan menguatkan anak-anak-Nya dalam segala perkara. Khususnya dalam keadaan sulit yang harus terjadi di sekitarku yang sangat mungkin akan berdampak besar dalam hidupku. Aku juga mendapat kekuatan dari Lukas 1:37. Malaikat Tuhan memberikan kekuatan bagi Maria, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Walaupun situasi yang dihadapi oleh Maria adalah situasi yang sulit, tampak mustahil untuk dijalani, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Aku diingatkan untuk tetap bersekutu dengan Allah dan tetap mempercayai bahwa kekuatan Allah jauh melebihi segala persoalan yang kuhadapi. Aku dipimpin oleh Tuhan bukan untuk memiliki sebuah pikiran positif yang hanya memberikan rasa nyaman, tetapi aku dipimpin untuk memiliki iman yang positif. Iman yang sungguh-sungguh percaya bahwa dalam perkara apapun, aku akan dapat menanggungnya dengan kekuatan dari Tuhan. Kupercayakan hidupku dan masa depanku di dalam tangan Tuhan. Terpujilah Tuhan. | ||